29.08.2025
Waktu membaca: 4 min

Tottenham Curi Start, Xavi Simons Resmi Hijrah ke London Utara

Lorina Sofi
Lorina Sofi
Xavi Simons resmi pindah ke Tottenham Hotspur dari RB Leipzig dengan biaya transfer €60 juta.

Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan Xavi Simons dari RB Leipzig dengan biaya transfer sekitar 60 juta euro atau sekitar £51,8 juta. Transfer ini menjadi salah satu perekrutan terbesar Spurs dalam beberapa tahun terakhir dan langsung mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Kesepakatan tercapai setelah negosiasi intens, di mana Chelsea sempat berada di posisi terdepan, namun Tottenham bergerak lebih cepat dengan tawaran konkret dan struktur pembayaran jelas. Jurnalis Fabrizio Romano memastikan kabar ini dengan konfirmasi “here we go” yang menandakan bahwa semua dokumen telah ditandatangani dan tes medis telah selesai dilakukan. (talkSPORT, 28 Agustus 2025; inkl.com, 28 Agustus 2025)

Keputusan Xavi Simons memilih Tottenham dibanding Chelsea didorong oleh proyek olahraga yang ditawarkan pelatih Ange Postecoglou. Tottenham menerapkan filosofi permainan menyerang berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi gaya bermain yang sesuai dengan karakter Simons yang fleksibel, enerjik, dan teknis. Selain itu, klub menjanjikan menit bermain reguler, sesuatu yang ia mungkin tidak peroleh di klub yang lebih mapan seperti Chelsea. (The Guardian, 29 Agustus 2025)

Profil Xavi Simons menunjukkan perjalanan karier yang kaya warna. Lahir di Amsterdam tahun 2003, ia memulai karier sepak bola di akademi Barcelona, lalu melanjutkan ke Paris Saint-Germain, sebelum menemukan momentum di PSV Eindhoven. Penampilan impresifnya di Eredivisie menarik perhatian RB Leipzig, yang kemudian membawanya ke Bundesliga. Musim lalu, ia mencetak kontribusi gol dan assist yang signifikan, sekaligus menjadi pemain dengan catatan dribel sukses tinggi. (Wikipedia, diperbarui 2025)

Analisis Peran Xavi Simons

Tottenham membutuhkan sosok kreatif di lini serang setelah James Maddison kerap terganggu cedera. Xavi Simons diharapkan mampu menghadirkan kreativitas dan fleksibilitas di berbagai posisi gelandang serang, sayap kiri, atau gelandang tengah kreatif. Dengan adanya Simons, kombinasi ofensif Spurs yang sudah diperkuat oleh Son Heung-min, Dejan Kulusevski, dan Richarlison menjadi lebih beragam dan dinamis. (The Guardian, 29 Agustus 2025)

Reaksi Fans dan Media Eropa

Kepindahan Xavi Simons ke Tottenham langsung disambut antusias oleh pendukung Spurs. Media sosial klub ramai dengan ucapan selamat datang dan harapan besar soal potensi sang pemain. Media Inggris menyoroti keberhasilan Tottenham menyalip Chelsea dalam perburuan tanda tangan sang gelandang, sementara media Belanda mengapresiasi keberanian Simons menghadapi tantangan baru di Premier League. (talkSPORT, 28 Agustus 2025; The Guardian, 29 Agustus 2025)

Ada juga yang melihat transfer ini sebagai sinyal era baru di bawah Postecoglou:

“Ini bukan Tottenham yang dulu lagi. Dengan Simons, Maddison, Son, dan Kulusevski, lini tengah kita bisa jadi paling kreatif di Premier League.”

Namun, kekecewaan justru datang dari kubu Chelsea. Seorang fans The Blues berkomentar:

“Kami sudah lama mengincar Simons, tapi lagi-lagi klub bergerak lambat. Tottenham lebih serius dan sekarang kita kehilangan talenta besar.”

60 Juta Euro untuk Si Energic

Meskipun nilai transfer sebesar 60 juta euro terlihat tinggi, Tottenham memandang Xavi Simons sebagai investasi masa depan. Pada usia 22 tahun, potensinya masih sangat besar dan nilai pasar diprediksi akan meningkat. Selain itu, gaya bermainnya yang atraktif dan kepopulerannya di kalangan penggemar muda Belanda menjadikannya aset komersial yang menarik. Leipzig juga diuntungkan dengan pendapatan besar sekaligus potensi tambahan melalui klausul penjualan kembali. (inkl.com, 28 Agustus 2025; The Times, 29 Agustus 2025)

Bagi Xavi Simons, Premier League adalah ujian terbesar dalam kariernya sejauh ini. Liga Inggris dikenal menuntut fisik, kecepatan, dan mentalitas tinggi. Namun, pengalaman bermain di LaLiga, Ligue 1, Eredivisie, dan Bundesliga memberi bekal berharga untuk menghadapi tantangan baru. Publik sepak bola Eropa kini menunggu apakah Xavi Simons Liga Inggris mampu membuktikan diri sebagai salah satu bintang muda terbaik dunia. Jika ia berhasil tampil konsisten, Tottenham bukan hanya mendapatkan pemain kreatif yang dibutuhkan, tetapi juga calon ikon baru klub di masa depan.

Bagi Xavi Simons, Premier League merupakan ujian karier terberatnya. kompetisi dengan tuntutan fisik tinggi, intensitas permainan cepat, dan tekanan besar. Namun, pengalaman bermain di beberapa liga top Eropa memberi bekal yang berharga. Publik sepak bola kini menantikan apakah ia mampu membuktikan diri sebagai salah satu bintang muda terbaik di dunia. (The Guardian, 29 Agustus 2025)