29.08.2025
Waktu membaca: 6 min

Inilah Sejarah dan Makna Logo Klub Real Madrid

Radian J
Radian J
Real Madrid 2025

Logo sebuah klub sepak bola adalah identitas yang tak pernah terlewatkan. Ia adalah cermin yang memantulkan sejarah dan tradisi yang telah terbentuk dalam kurun waktu yang lama. Dan dalam hal ini, lambang Real Madrid tentunya menjadi salah satu yang mencuri perhatian karena terkesan aristokratis, royal dan agung, selayaknya kejayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sepanjang dinasti yang telah berlangsung lebih dari seabad, logo ini telah menjadi saksi perayaan dan air mata, hingga menjadi simbol budaya Spanyol dan perwujudan dari perjuangan abadi serta intrik olahraga. Setiap kali jutaan fans melihat lambang yang mudah dikenali itu, hati mereka berdebar-debar penuh sukacita dan kekaguman yang khidmat.

Mari telusuri evolusi dari lencana sepak bola yang legendaris ini dan jelajahi perjalanannya hingga menjadi simbol ikonik yang dikenal penggemar saat ini.

Sekilas tentang brand Real Madrid

Sejarah kaya dari Los Blancos diawali pada 6 Maret 1902, ketika sekelompok pecinta olahraga secara resmi mendirikan Madrid Football Club di kota yang namanya sama—ibu kota Spanyol dan jantung Semenanjung Iberia. Menariknya, pada pergantian abad ke-20, klub ini didahului oleh tim lain bernama Football Sky, yang umurnya singkat dan tidak mencapai kesuksesan berarti.

Kini, Real Madrid adalah salah satu dari sedikit klub yang tidak pernah terdegradasi dari La Liga—liga sepak bola top Spanyol yang secara resmi bernama Liga de Fútbol Profesional. FIFA mengakuinya sebagai klub terbaik abad ke-20, dan klub ini tetap menjadi pesaing puncak di milenium baru. Real Madrid memegang segudang rekor, termasuk:

  • Gelar dan gol UEFA Champions League terbanyak: Los Galácticos telah menjuarai turnamen klub paling bergengsi di Eropa ini 15 kali. Mereka satu-satunya tim yang pernah memenangkan trofi ini lima kali beruntun (1956-1960) dan tiga kali secara berturut-turut (2016-2018) dalam format modern.
  • Jumlah gelar domestik: 36 gelar La Liga, belum termasuk trofi Copa del Rey, Spanish Super Cup, dan piala nasional lainnya.
  • Klub sepak bola paling berharga di dunia: Diakui sebagai demikian pada tahun 2024 oleh Forbes, dengan nilai merek ditaksir di kisaran $6,6 miliar.

Kehormatan dan warna Los Blancos telah dipertahankan oleh beberapa pesepakbola terhebat sepanjang masa, seperti Alfredo Di Stéfano, Ferenc Puskás, Ronaldo Nazário, Zinedine Zidane, dan Cristiano Ronaldo. Real Madrid adalah salah satu tim dengan basis pendukung terluas secara global, yang membentang dari Eropa hingga ke sudut-sudut terjauh Asia, Afrika, dan Amerika.

Sejarah dan makna logo Real Madrid

Sebagian orang meyakini mahkota termasyhur pada lambang raksasa Madrid ini adalah konfirmasi atas kemenangan-kemenangan sportifnya. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena reputasi klub memang ditempa oleh prestasinya, yang meneguhkan statusnya sebagai pucuk tertinggi dalam piramida kompetisi sepak bola.

Sensasi yang ditimbulkannya terukir abadi dalam DNA klub dan diekspresikan dalam emblem yang berkesan stoik. Namun, pengaruh sebenarnya pada branding Real tidak hanya datang dari prestasi olahraga, melainkan dari permainan politik yang lebih besar yang bermula di awal abad ke-20.

Emblem bermahkota yang kini ikonik itu pertama kali muncul pada tahun 1920. Pada tahun itulah Raja Alfonso XIII dari Spanyol menganugerahkan perlindungan pribadinya kepada tim, mengangkatnya ke status kerajaan. Klub kemudian dianugerahi nama “Real,” yang berarti “Kerajaan,” yang menyoroti komitmennya pada tradisi monarki dan asal-usulnya yang mulia. Momen ini menandai perubahan nama bersejarah dari “Madrid Football Club” menjadi “Real Madrid.”

Sementara itu, logo yang paling pertama adalah perpaduan heraldik sederhana dari inisial klub: huruf-huruf berwarna biru M, C, dan F ditempatkan di atas latar putih dengan sedikit memperhatikan kanon desain atau estetika. Desainer memadukan kaligrafi, memprioritaskan konten daripada bentuk. Selain itu, tim sering bermain di bawah lambang kota, sebagaimana diwajibkan oleh aturan sebagian besar kompetisi sepak bola pada awal tahun 1900-an.

Pada tahun 1908, emblem mengalami perubahan radikal. Lambang kota tersebut menjadi prototipe untuk logo klub modern. Awalnya, akronim tim ditumpangkan ke perisai yang dipinjam dari administrasi kota, memberikan simbol Los Galáctikos outline biru yang khas. Setiap desain ulang berikutnya mencerminkan semangat zamannya dan terkait erat dengan tonggak sejarah Spanyol.

Transformasi Logo Real Madrid dari Masa ke Masa

1902-1908

Real Madrid 1908

Logo paling awal, dibuat pada 1902, terdiri dari monogram untuk “Madrid Football Club” (MFC). Komposisi biru tua ini bergaya Gothic, dengan huruf-huruf yang memiliki serif longitudinal dan ujung runcing. Huruf ‘C’ dan ‘M’ memiliki outline yang bersih dan ketat, sementara ‘F’ memiliki lekukan yang halus.

Emblem ini mungkin terlihat agak kacau, karena para desainer tidak memprioritaskan harmoni bentuk dan proporsi. Lambang Dewan Kota Madrid juga digunakan selama periode ini untuk turnamen, sesuai aturan yang berlaku.

1908-1920
Real Madrid 1920

Prototip logo modern lahir pada 1908 dengan pembaruan besar pertama pada branding klub. Logo ini masih menggambarkan monogram “MFC” tetapi dalam desain yang lebih kompleks dan orisinal, terlampir dalam sebuah lingkaran.

Huruf terbesar, ‘M’, mengikuti kontur bingkai bundar. Huruf ‘C’ sedikit lebih kecil dan ditempatkan di dalam ‘M’, menyilang tepi luarnya. Huruf terkecil, ‘F’, terjalin dengan ‘C’ di bagian bawah. Emblem mempertahankan skema warna biru dan putih, melambangkan keandalan dan prinsip dari tradisi klub.

1920-1931
Real Madrid 2

Seperti disebutkan, pada tahun 1920 klub diberikan gelar kerajaan, dan mahkota legendaris ditambahkan ke emblem. Ini pada dasarnya adalah lencana 1908 yang sama dengan huruf yang sedikit dimodifikasi, sekarang dimahkotai dengan mahkota raja yang besar dan berhias ornasi. Untuk menghormati perlindungan kerajaan, klub juga mengubah namanya menjadi Real Madrid.

1931-1941
Real Madrid 1931

Setelah penggulingan Raja Alfonso XIII dan penghapusan bangsawan Spanyol, para desainer menghilangkan mahkota, karena pemerintah pasca-revolusi melarang semua simbol monarki. Pada periode bersejarah ini, logo baru memperoleh garis ungu lebar, melambangkan Castile, wilayah Spanyol tempat Madrid berada. Signifikansinya begitu besar hingga tim cadangan klub dinamai Real Madrid Castilla.

1941-1997
Real Madrid 1997

Pasca Perang Saudara Spanyol dan berdirinya kediktatoran Jenderal Francisco Franco, status kerajaan Madrid dipulihkan, dan mahkota kembali ke emblem Los Galácticos. Para desainer menggambarkannya dengan nuansa keemasan dengan permata berwarna ungu, merah pucat, dan putih. Monogramnya juga disepuh emas, dan garis Castilian tetap dipertahankan.

Huruf-huruf menjadi lebih tebal dan memperoleh outline hitam tipis, membuatnya tampak terjalin dengan rumit alih-alih hanya tumpang tindih.

1997-2001
Real Madrid 2000

Versi ini pada dasarnya adalah pembaruan warna dari logo sebelumnya. Emas menjadi lebih kuning, elemen merah cerah dilembut, dan warna ungu diganti dengan biru. Mahkota didesain ulang agar lebih halus dan elegan.

2001 – sekarang
Real Madrid now

Tak banyak yang berubah sedari tahun 2001 selain penampilan yang lebih flat dan modern. Huruf-huruf sekarang terkandung dalam satu ruang dengan kontur biru yang menyatu. Cincin luar kuning diubah menjadi biru cerah, yang menyeimbangkan skema warna keseluruhan.

Logo ini menampilkan huruf ‘M’ yang lebih lebar, garis diagonal yang lebih sempit dan pendek, serta mahkota yang sedikit terangkat di atas cincin. Emblem Real Madrid 2024 terlihat identik, karena tidak berubah sejak awal tahun 2000-an, kecuali untuk acara-acara khusus.

Mahkota tanpa salib

Seperti sering terjadi, alasannya bermuara pada uang dan sensitivitas religius. Pada tahun 2012, “klub kerajaan” ini membutuhkan sponsor dari Uni Emirat Arab (UEA) dan bertujuan untuk memperkuat popularitasnya di antara fans Muslim. Alhasil, versi emblem Real Madrid tanpa salib di atas mahkota dibuat untuk penggunaan eksklusif di negara-negara Teluk Persia.

Bagi yang belum memahami konteksnya: keengganan mendalam yang dipegang sebagian penganut Islam terhadap simbol-simbol Kristen, bahkan yang minor dan dekoratif seperti salib di mahkota, berakar dari konflik historis yang kompleks seperti Perang Salib.

Tindakan ordo-ordo seperti Kesatria Bait Allah (Knights Templar) di Timur atas nama Kristen menciptakan permusuhan historis antara kedua keyakinan yang masih bertahan dalam memori budaya hingga hari ini. Modifikasi tersebut adalah gestur penghormatan untuk menghindari timbulnya offense di pasar spesifik tersebut.