30.08.2025
Waktu membaca: 2 min

Gol João Pedro di Menit 45+4 dan Kontroversi VAR: Apa Kata Ahli & Netizen?

Lorina Sofi
Lorina Sofi
João Pedro merayakan gol sundulan di menit 45+4 saat Chelsea vs Fulham, Premier League 2025.

Gol João Pedro di masa injury time babak pertama (45+4’) menjadi turning point pertandingan. Umpan akurat dari Enzo Fernández disundul Pedro, memecah kebuntuan dan memberi Chelsea energi besar sebelum turun minum. Gol ini juga tercatat sebagai salah satu gol paling telat di babak pertama dalam sejarah Premier League.

Menurut analis Sky Sports, gol telat seperti ini secara psikologis sangat merusak konsentrasi lawan:

“Kebobolan di injury time babak pertama terasa dua kali lipat sakitnya. Fulham kehilangan momentum, dan Chelsea bangkit dengan percaya diri di babak kedua.”

Tanggapan Ahli Sepakbola

  • Pakar Taktik EPL menilai koordinasi pertahanan Fulham kurang rapat menjelang turun minum, padahal biasanya tim lebih waspada di menit akhir.
  • Eks pemain Chelsea, Didier Drogba, melalui akun X (Twitter), memuji João Pedro: “Striker sejati selalu ada di momen penting. Gol Pedro itu kelas!”

Sementara itu, analis independen menyoroti kombinasi Pedro–Fernández sebagai duet baru yang bisa jadi senjata Chelsea musim ini.

Reaksi Netizen

Di media sosial, gol ini langsung viral.

  • Fans Chelsea menyebut João Pedro sebagai “Batman Stamford Bridge” karena datang menyelamatkan tim di waktu kritis.
  • Pendukung Fulham kecewa, menyebut fokus timnya hilang hanya dalam detik-detik terakhir.
  • Banyak netizen menyoroti bahwa setelah gol Pedro, Chelsea makin pede, dan momentum Fulham benar-benar hilang.

Selain gol Pedro, laga ini ramai dibahas karena VAR menganulir gol Josh King untuk Fulham. Hal ini menimbulkan pertanyaan: seberapa penting VAR dan seberapa akurat sistem ini?

  • Statistik FIFA & IFAB (2023/24) menunjukkan keputusan VAR di liga top Eropa memiliki tingkat akurasi 96%–98% dalam mengoreksi keputusan wasit.
  • Di EPL, menurut data Premier League Referee Board, akurasi keputusan wasit naik dari 82% (tanpa VAR) menjadi 96% (dengan VAR).

Ahli wasit Inggris, Dermot Gallagher, berkomentar:

“VAR tidak sempurna, tapi membantu memastikan keadilan. Gol Fulham memang ada pelanggaran kecil, jadi menurut aturan, keputusan anulir sudah benar.”