29.08.2025
Waktu membaca: 4 min

Debut Mewah Eberechi Eze di Anfield: Antara Harapan dan Ancaman

Lorina Sofi
Lorina Sofi
Eberechi Eze saat latihan bersama Arsenal, bersiap menghadapi laga besar di Anfield.

Parimatch News Indonesia – Pertandingan Liverpool vs Arsenal di Anfield akhir pekan ini dipandang sebagai salah satu titik krusial dalam perebutan gelar Premier League musim ini. Kedua tim sama-sama memulai musim dengan catatan sempurna, meraih kemenangan di laga-laga awal setelah melakukan investasi besar pada bursa transfer musim panas (The Guardian, 11/08).

Eberechi Eze. Gelandang serang Inggris keturunan Nigeria ini didatangkan dari Crystal Palace dengan mahar £68 juta (FourFourTwo, 08/25). Absennya Bukayo Saka membuka jalan bagi Eberechi Eze untuk tampil sejak menit pertama di salah satu stadion paling menakutkan di Eropa, Anfield.

Lalu, apakah debut Eberechi Eze akan menjadi kisah mewah yang menandai lahirnya bintang baru Arsenal, atau justru mimpi buruk karena terjebak dalam jebakan taktik pressing milik Slot (The Scottish Sun, 08/25)?

Eberechi Eze menjadi simbol dari filosofi ini. Eberechi Eze bukan sekadar pemain pengganti Saka, melainkan tambahan kreativitas di lini serang. Dengan dribel halus, kemampuan menusuk dari sayap kiri, dan visi permainan yang matang, Eberechi Eze menawarkan variasi baru dalam skema Arteta.

Eberechi Eze datang dengan reputasi besar. Musim lalu bersama Crystal Palace, Eberechi Eze menjadi roh permainan dengan catatan gol dan assist yang konsisten (Reuters, 23/08). Eberechi Eze juga dikenal memiliki fleksibilitas posisi: bisa dimainkan sebagai gelandang serang, winger kiri, atau bahkan second striker.

Prestasi Klub & Individu Bersama Crystal Palace

Eberechi Eze meninggalkan jejak mendalam selama enam musim berseragam Crystal Palace sebelum hijrah ke Arsenal. Gelandang serang berusia 27 tahun itu tampil dalam 169 pertandingan dan mencetak 40 gol, termasuk musim 2024/25 yang luar biasa dengan torehan 14 gol dan 11 assist di semua kompetisi (The Guardian, 23/08).

Eze mencetak gol tunggal penentu kemenangan di final FA Cup

Kontribusinya yang paling bersejarah hadir di final Piala FA 2025, ketika Eze mencetak gol tunggal kemenangan melawan Manchester City dan mengantarkan Palace meraih trofi pertama dalam sejarah klub (Wikipedia, 05/2025). Tidak berhenti di situ, ia juga membantu tim menambah koleksi gelar lewat Community Shield 2025/26 (Wikipedia, 08/2025).

Lebih dari 150 penampilan & 40 gol

Sepanjang kiprahnya di Premier League, Eze membukukan 31 gol dan 23 assist dalam 143 penampilan, menjadikannya salah satu pemain paling produktif yang pernah dimiliki Palace (Soccerbase, 2025).|

Eze meraih penghargaan Player of the Year 2019/20

Selain gelar kolektif, ia juga mengoleksi sejumlah penghargaan individu, mulai dari Goal of the Month hingga dinobatkan sebagai ikon South London berkat pengaruhnya di dalam dan luar lapangan (CPFC, 2022). Bahkan, mantan manajer Alan Pardew sempat menyamakan kreativitas dan gaya bermain Eberechi Eze dengan legenda Belanda, Johan Cruyff (TalkSport, 2023). Tak heran, kepindahannya ke Arsenal bernilai £68 juta dipandang sebagai langkah wajar untuk seorang pemain yang telah mengangkat status Palace ke level sejarah baru.

Namun, tampil di Anfield dalam debut bersama Arsenal tentu menghadirkan tantangan berbeda. Atmosfer stadion ini dikenal menekan lawan secara psikologis, terutama untuk pemain baru. Dukungan penuh suporter Liverpool sering kali membuat lawan gugup, apalagi saat tim tuan rumah melakukan pressing tinggi (The Guardian, 11/08).

Eberechi Eze memiliki peluang besar untuk mencatatkan debut terbaik bersama Arsenal 

Absennya Bukayo Saka hampir pasti membuka ruang bagi Eberechi Eze untuk tampil sebagai starter di sektor kiri serangan. Dengan kemampuan dribel halus, kontrol bola rapat, dan kreativitas dalam membangun serangan, ia berpotensi mengeksploitasi sisi kanan Liverpool yang rawan jika Dominik Szoboszlai kembali dimainkan sebagai bek kanan darurat (The Scottish Sun, 08/25). Rekam jejaknya bersama Crystal Palace juga memberi alasan optimisme, Eze pernah mencetak gol penentu di final FA Cup 2025 melawan Manchester City, bukti bahwa ia mampu tampil gemilang di panggung besar (Wikipedia, 05/2025).

Meski begitu, debut di Anfield selalu menjadi ujian mental luar biasa. Atmosfer stadion yang terkenal menekan bisa membuat banyak pemain baru kehilangan kepercayaan diri. Apalagi, taktik pressing intens milik Arne Slot berpotensi menjebak Eze di area berbahaya bila ia kehilangan bola. Liverpool memang rapuh dalam transisi tanpa Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister, tetapi Slot bisa saja menyiapkan skema khusus untuk mematikan pergerakan Eze. Menurut analisis mantan gelandang Anfield, masalah Liverpool bukan pada Wirtz, melainkan absennya Gravenberch sebagai “penjaga keseimbangan” di lini tengah (FourFourTwo, 08/25). 

Kunci agar Eberechi Eze bisa bersinar ada pada keberaniannya dalam duel satu lawan satu, ketenangan menghadapi tekanan publik Anfield, serta kemampuannya berkolaborasi dengan rekrutan baru lain seperti Viktor Gyökeres dan Noni Madueke. Jika ia mampu melewati ujian berat itu, debut Eze di Anfield bisa menjadi kisah besar di awal musim. bukan hanya untuk Arsenal, tetapi juga dalam peta perebutan gelar Premier League.