29.08.2025
Waktu membaca: 2 min

RESMI: Fenerbahçe dan José Mourinho Berpisah Setelah Gagal Lolos ke Liga Champions

Lorina Sofi
Lorina Sofi
José Mourinho resmi berpisah dengan Fenerbahçe setelah gagal lolos Liga Champions

Fenerbahçe secara resmi mengumumkan perpisahan dengan manajer asal Portugal, José Mourinho, setelah klub gagal memastikan tempat di babak grup Liga Champions UEFA. Pengumuman itu disampaikan pada Jumat, 29 Agustus 2025, dengan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak untuk mengakhiri kontrak lebih awal (Reuters, 29/08).

​​Mourinho, yang ditunjuk pada Juli 2024, meninggalkan raksasa Turki tersebut setelah hanya satu tahun lebih sedikit menukangi tim. Masa kerjanya berakhir pahit ketika Fenerbahçe tersingkir di babak play-off Liga Champions usai kalah 0–1 dari Benfica (talkSPORT, 29/08).

Meski datang sebagai salah satu pelatih paling bergengsi yang pernah menangani klub Turki, Mourinho gagal mempersembahkan trofi. Bersamanya, Fenerbahçe hanya mampu finis sebagai runner-up di Super Lig Turki, tersingkir dari Piala Turki, dan tak berhasil melangkah jauh di Liga Europa (The Sun, 29/08).

Dalam pernyataan resminya, Fenerbahçe menyampaikan apresiasi kepada Mourinho:

“Kami berterima kasih kepada José Mourinho atas dedikasinya selama berada di Fenerbahçe dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan.”

Namun, klub tidak langsung mengumumkan siapa penggantinya, membuat para fans berspekulasi mengenai sosok pelatih baru yang akan memimpin tim (Reuters, 29/08).

Catatan Mourinho di Fenerbahçe

  • Jumlah pertandingan: 62
  • Kemenangan: 37
  • Trofi: 0
  • Capaian terbaik di liga: Posisi 2 Super Lig (The Times, 29/08)

Kegagalan di Manchester United

Kegagalan Mourinho di Fenerbahçe mengingatkan publik pada masa tugasnya di Manchester United. Saat menukangi Setan Merah (2016–2018), ia memang berhasil meraih Liga Europa 2017, Piala Liga Inggris, dan Community Shield, tetapi gagal membawa MU kembali berjaya di Liga Champions.

Dalam dua musim, MU hanya sanggup mencapai babak 16 besar Liga Champions sebelum disingkirkan oleh Sevilla pada 2018 — sebuah hasil yang dianggap mengecewakan untuk klub sebesar Manchester United (UEFA.com, 13/03/2018). Kegagalan itu menjadi salah satu noda besar dalam kiprah Mourinho di Eropa, dan kini seakan terulang di Turki bersama Fenerbahçe.

Catatan ini menjadikan periode Mourinho di Istanbul sebagai salah satu masa langka dalam kariernya yang penuh gelar, di mana ia pulang dengan tangan kosong. ​​Kini Mourinho kembali berstatus tanpa klub, dan spekulasi soal destinasi berikutnya mulai bermunculan. Di sisi lain, Fenerbahçe harus bergerak cepat untuk menunjuk pelatih baru agar musim mereka tidak semakin goyah (talkSPORT, 29/08).